JAKARTA - Kementerian Perdagangan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika mencanangkan program Hari Bangga Buatan Indonesia 2021 (BBI 2021) pada 5 Mei 2021.
Hari BBI 2021 diharapkan mendorong konsumsi rumah tangga di masyarakat agar dapat terus berjalan di tengah kebijakan pemerintah yang melarang mudik Lebaran untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.
“Pencanangan Hari BBI 2021 ini menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo agar momentum Ramadan dan Idulfitri 2021 harus dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, beberapa kebijakan dan program perlu dilakukan agar konsumsi masyarakat dapat terus meningkat di tengah kebijakan peniadaan mudik,” kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Senin (3/5/2021).
Baca Juga: Menko Luhut: Ayo Bela Negara dengan Belanja Produk Lokal
Pencanangan Hari BBI 2021 didukung 72 platform e-commerce (niaga-el) yang memberikan sejumlah promosi niaga-el pada 5–13 Mei 2021 mendatang. Melalui Hari BBI 2021, pemerintah mendorong platform niaga-el untuk menyediakan program gratis ongkos kirim (ongkir) dan program-program promosi belanja.
“Mudik tahun ini adalah ‘mudik di hati’, diharapkan berbagai promo tersebut mampu mendorong masyarakat menunda mudik Lebaran sekaligus meningkatkan keinginan masyarakat berbelanja produk Indonesia,” imbuh Mendag Lutfi.
Hari BBI 2021, lanjut Mendag Lutfi, juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan akan produk buatan Indonesia.
"Kecintaan dan kebanggaan tersebut perlu diwujudkan dalam sebuah tindakan nyata, dan bentuk yang paling sederhana dari wujud kecintaan terhadap Indonesia adalah dengan membeli dan menggunakan produk-produk buatan dalam negeri. Semoga belanja daring di Hari BBI 2021 turut membantu menggerakkan perekonomian nasional,” ujar Mendag Lutfi.
Baca Juga: Jokowi ke Bupati: Jangan Sekali-kali Beli Produk Asing untuk Proyek Pemerintah
Mendag Lutfi menambahkan, pemerintah dan pelaku usaha saling mendukung dan berbagi tugas dalam menjalankan peran untuk mendorong konsumsi masyarakat, terutama di tengah pandemi Covid-19.
Pemerintah mengambil peran dengan berkampanye melalui berbagai media, sedangkan pelaku usaha menjalankan peran menyediakan berbagai bentuk penawaran menarik seperti bebas ongkir untuk menarik minat belanja masyarakat.