Tak Ada Mudik, Uang Lebaran Mengalir ke Jakarta dan Sekitarnya

Oktiani Endarwati, Jurnalis
Sabtu 08 Mei 2021 17:05 WIB
Mudik Dilarang. (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Mudik Lebaran tahun ini masih dilarang untuk dilakukan. Kebijakan ini pun dinilai mampu menggairahkan perekenomian DKI Jakarta dan sekitarnya.

Menurut Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang, kondisi ekonomi mulai membaik dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2021 walaupun masih terkontraksi -0,74%, namun sudah mengalami peningkatan dibanding dengan kuartal IV/2020 sebesar -2,19%.

Kemudian adanya peningkatan jumlah perusahaan yang memiliki kemampuan membayar THR serta cairnya THR untuk ASN,TNI-Polri dan pensiunan.

"Biasanya uang ini akan mengalir ke daerah tujuan mudik, namun karena larangan mudik yang sangat ketat maka uang tersebut berpotensi akan beredar di Jakarta dan sekitarnya," ujarnya, Sabtu (8/5/2021).

Baca Juga: Peniadaan Mudik Lebaran, Penumpang Kereta Api Turun 90%

Menurut dia, warga Jakarta yang tidak pulang kampung akan ramai mengunjungi mal, hotel, restoran, café, pusat hiburan/wisata seperti Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kebun Binatang Ragunan, Monas, Kota Tua, Kepulauan Seribu dan lainnya di kawasan Bodetabek.

"Di sana akan terjadi transaksi ekonomi yang signifikan yang akan mengairahkan perekonomian Jakarta dan sekitarnya," ungkap Sarman.

Dia menuturkan, setiap tahun biasanya sekitar tujuh jutaan atau setara 2,5 juta keluarga warga Jabodetabek mudik ke kampung halaman dan mengalirkan uang ke daerah mencapai Rp10 triliun. Namun tahun ini, keluarga di kampung hanya menerima kiriman uang lebaran karena larangan mudik.

Baca Juga: Menhub Sidak Stasiun Pasar Senen Pastikan Tidak Ada Penumpang Mudik

"Untuk mengisi liburan Idulfitri tahun ini warga Jabodetabek akan mengunjungi berbagai tempat santai bersama keluarga dan diperkirakan akan terjadi perputaran uang sebesar Rp1,25 triliun dengan asumsi per keluarga membelanjakan paling sedikit Rp500.000 rupiah selama liburan Idulfitri 1442 H. Ini perkiraan perputaran uang paling rendah dan ada kemungkinan di atas itu," tuturnya.

Dengan adanya perputaran tersebut maka akan meningkatkan konsumsi rumah tangga dan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta dan nasional.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya