JAKARTA - Sejumlah proyek Pertamina akan mendapat akses pembiayaan dari Lembaga Pengelola Investasi atau Indonesia Investment Authority (INA).
Di mana sepanjang 2020-2040, Pertamina sedang menjalankan 14 Proyek Strategis Nasional dan 300 proyek investasi lainnya di sektor hulu, hilir dan energi bersih terbarukan dengan total anggaran USD92 miliar, yang pendanaannya berasal dari internal maupun eksternal.
Selain itu, terdapat beberapa rencana proyek strategis Pertamina dalam rangka unlock value untuk mengoptimalisasi nilai Pertamina Group.
Baca Juga: Erick Thohir Rombak Direksi Pertamina, Dedi Sunari Jadi Direktur Bisnis
Sebagian proyek-proyek tersebut pun berpeluang untuk mendapatkan pendanaan dari INA. Karenanya, dalam rangka mengeksplorasi lebih detail potensi kerjasama tersebut, Pertamina dan INA menandatangani Perjanjian Kerahasiaan (Non-disclosure agreement-NDA).
Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati bersama Ketua Dewan Direktur INA Ridha Wirakusumah.
Pjs Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations, Fajriyah Usman mengatakan, investasi yang dilakukan Pertamina bertujuan untuk meningkatkan produksi dan cadangan migas, sehingga akan berdampak pada pengurangan impor minyak nasional dan mendukung visi pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional yang disesuaikan dengan grand strategy energi nasional ke depan.
Baca Juga: Tumpahan Minyak di Perairan Karawang, KKP Panggil Pertamina
Fajriyah menuturkan, meskipun dalam kondisi pandemi, seluruh aktivitas operasional tetap berjalan, mengingat ekosistem Pertamina sangat besar yakni ada 1,2 juta tenaga kerja. Oleh karenanya, motor penggerak ini tidak boleh terhenti, untuk mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional.
"Keseluruhan investasi Pertamina, terbuka untuk kerja sama dengan INA. Kami menyambut baik peluang ini agar bisa terlaksana dan berdampak positif bagi semua pihak," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (19/5/2021).