JAKARTA - Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja akan terus mengevaluasi Program Kartu Prakerja. Saat ini Program Kartu Prakerja memasuki gelombang ke-16.
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan bahwa pihak PMO juga sudah melakukan survei internal karena ini merupakan mandat dari Peraturan Presiden Joko Widodo dan Peraturan Menko Perekonomian.
"Yang pertama, kami akan memperbaiki atau meningkatkan edukasi kami mengenai saldo pelatihan. Bahwa saldo pelatihan itu harus dihabiskan dan tidak bisa diuangkan, sisa Rp50 saja itu diambil bu Menkeu Sri Mulyani," kata Denni dalam diskusi virtual Pemaparan Hasil Survei Program Kartu Prakerja yang Dilakukan Cyrus Network di Jakarta, Kamis(20/5/2021).
Baca Juga: Kartu Prakerja Gelombang 17 Siap Dibuka, Kuotanya 44 Ribu dari Peserta Hangus?
Dia pun mengomentari soal jawaban responden yang mengatakan tidak ada pelatihan yang cocok. "Really? Karena ada 1.500 jenis pelatihan, tahun 2021 ini kami sudah ada fitur machine learning yang bisa memberikan post recommendation yang sesuai dengan sisa saldo peserta," tandas Denni.
Sementara itu, dia mengatakan bahwa secara umum, pihaknya lega karena hasil survei Cyrus Network atas persepsi penerima program Kartu Prakerja sangat positif. Persepsi positif ini bukan hanya tentang proses, tetapi juga hasil. Bukan hanya mencakup keterampilan peserta program, tetapi juga sikap.
"Ini penting, tadi ditanyakan lebih detail lagi terkait percaya diri, disiplin, inisiatif, dan tanggung jawab. Itu adalah hal-hal positif yang semestinya dimiliki oleh pekerja atau angkatan kerja," ujarnya.