JAKARTA - Beijing dinobatkan sebagai Kota Miliarder, bahkan jumlah orang kaya yang tinggal di sana melampaui kota seperti New York. Namun demikian, para miliarder ini tidak berkantor di Beijing.
Dalam Daftar Miliarder Dunia yang ke 35 Tahun dilansir dari Forbes, Rabu (26/5/2021), terungkap bahwa sedikitnya ada 2.755 miliarder yang terlahir dalam 12 bulan terakhir. Ini berarti sekitar 660 lebih dari tahun sebelumnya. Bila diakumulasikan, maka seluruh kekayaan mereka bernilai lebih dari USD13,1 Triliun.
Fenomena pandemi covid19 justru menghasilkan pertumbuhan kian banyak miliarder. Bahkan seorang miliarder berhasil lahir setiap 17 jam. Setidaknya 100 di antara mereka kini tinggal di Beijing sehingga menjadikan kota tersebut menggantikan New York yang selama ini disebut sebagai ibu kotanya para miliarder.
Tapi ada satu yang menarik dari seluruh nilai kekayaan yang luar biasa tersebut, yaitu nyaris tidak ditemukan satupun perusahaan keluarga (Family Offices) di Beijing. Sementara Beijing merupakan basis sekitar 5% dari seluruh kantor keluarga di kawasan Asia.
Baca Juga: Bernard Arnault, Bos Louis Vuitton Saingi Jeff Bezos sebagai Orang Terkaya Dunia
Bahkan konsultan kantor kelurga, Agreus, menemukan bahwa 25% dari seluruh kantor keluarga di Asia Pasifik justru berlokasi di Singapura. Lokasi berikutnya diikuti oleh 20% berada di Hong Kong, 20% di Australia, 15% di India dan 20% sisanya tersebar di Indonesia, Selandia Baru dan berbagai kota lainnya, termasuk juga Beijing.
Tapi dengan begitu banyak kekayaan yang dihasilkan dari Beijing, sebuah hal yang luar biasa melihat kantor-kantor keluarga dalam jumlah yang sangat kecil. Fenomena tersebut pada dasarnya langsung terjawab. Ini tergantung kondisi aturan hukum di suatu negara tersebut. Bahkan juga memperhitungkan jumlah penyedia jasa Kantor Keluarga, termasuk juga kondisi stabilitas politik di kota tersebut.
Baca Juga: Elon Musk Sasar Rusia untuk Bangun Pabrik Tesla
Hong Kong dan singapura menjadi kawasan kantor keluarga yang terdekat dari Beijing. Kedua kota tersebut menawarkan layanan korporasi, kapasitas SDM yang menjanjikan, dan beragam infrastruktur yang sama sekali tidak dimiliki di Beijing, sang ibukota para miliarder.