Cerita BI Atasi Krisis Ekonomi 2008, Lawan Krisis Covid-19 Berhasil?

Michelle Natalia, Jurnalis
Jum'at 28 Mei 2021 11:48 WIB
Bank Indonesia (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia Destry Damayanti mengungkapkan bahwa ada pelajaran berharga yang bisa dipetik dari krisis ekonomi yang menimpa dunia di tahun 2008.

"Krisis ekonomi global di tahun 2008-2009 menyadarkan bank sentral di seluruh dunia untuk mengembangkan implementasi kebijakan makroprudensial. Kebijakan itu dianggap mampu menjaga stabilitas keuangan," ujar Destry dalam peluncuran buku 'Kebijakan Makroprudensial di Indonesia' secara virtual di Jakarta, Jumat (28/5/2021).

Dari krisis tersebut, bisa dilihat macro financial linkage yang semakin menguat dan risikonya yang belum bisa dimitigasi secara optimal oleh kebijakan moneter konvensional.

Baca Juga: Gubernur BI: Ini Waktunya Berinvestasi Lebih Banyak Lagi di Indonesia

"Kebijakan makroprudensial dipercaya lebih baik dibandingkan kebijakan moneter klasik yang hanya menargetkan stabilitas makro ekonomi dan stabilitas harga," tambahnya.

Dia menilai, kebijakan ini mampu memberikan efek ke berbagai industri keuangan dan pembayaran.

Dalam situasi sekarang, hubungan sektor keuangan, pembayaran fintech, dan sektor riil sangat erat dan kompleks.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Membaik di Kuartal II, Gubernur BI: Sesuai Perkiraan

"Oleh karena itu implementasi makroprudensial yang bersifat countercyclical dapat menjaga stabilitas makro ekonomi dan menghindari systemic crisis," imbuhnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya