Sebab, biaya produksi yang dikeluarkan lebih murah dibandingkan menggunakan batubara. Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa mengatakan, upaya tersebut merupakan gebrakan baru yang patut dapat apresiasi. Langkah ini juga sebagai bentuk tanggung jawab masyarakat Indonesia dalam menjaga kelestarian alam dan perubahan iklim.
“Kalau PLTU sekarang kalau bangun pembangkit baru harga produksi listrik USD6,5 sen per kwh, sementara PLTS yang pembangunnya oleh PLN itu harganya USD5,8 sen per kwh,” kata Fabby.
(Dani Jumadil Akhir)