Share

Sempat Hentikan Ekspor Batu Bara, Jokowi: Ada 5 Presiden Telepon Saya

Raka Dwi Novianto, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2022 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 320 2615351 sempat-hentikan-ekspor-batu-bara-jokowi-ada-5-presiden-telpon-saya-WBk9AB5vO4.jpg Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan bahwa saat dirinya memerintahkan untuk memberhentikan ekspor batu bara, ada 5 Presiden dan perdana menteri yang langsung menghubunginya.

Jokowi sendiri memerintahkan untuk melarang ekspor batu bara pada awal Januari 2022.

"Waktu bulan Januari kita stop batu bara itu, ada 5 Presiden PM yang telepon ke saya. ‘Presiden Jokowi mohon kita dikirim batubara ini segera secepatnya. Kalau ndak, mati ini kita. listrik kita mati, industri kita mati’," kata Jokowi dalam sambutannya di acara Rakernas II PDIP, Jakarta, Selasa (21/6/2022).

Hal yang sama juga terjadi, kata Jokowi, saat dirinya memberhentikan ekspor minyak goreng. Saat itu, katanya, ada dua presiden dan perdana menteri yang langsung menghubunginya agar segera dikirimkan minyak goreng karena pasokannya habis.

"Ada itu saya cek ada stok kira-kira 3 juta ton, kemudian permintaannya 200 ribu ton, ya udah dikirim aja, 120 ribu ton. Dikirim," jelasnya.

Dari kedua contoh pemberhentian ekspor tersebut, Jokowi pun akhirnya mengetahui posisi dan kekuatan Indonesia di mata dunia.

"Jadi kita tahu posisi kita itu ada di mana, kekuatan kita itu ada di mana. Di sini mulai kelihatan. Batubara kita mempunyai kekuatan besar, CPO kita mempunyai kekuatan besar, nikel kita mempunyai kekuatan besar," ungkapnya.

Namun, Jokowi meminta agar BUMN dan para pengusaha harus berani menyetop eskpor bahan mentah. Menurutnya, pengusaha harus mulai membuat barang jadi yang bisa diperjualbelikan nantinya.

"Tapi tidak bisa kita terus-teruskan yang namanya ekspor itu dalam bentuk bahan mentah, itu stop. Harus mulai kita berani stop ekspor bahan mentah, kemudian kita buat barang jadi, ada industrialisasi ada hilirisasi di situ," katanya.

"Itulah sebetulnya kekuatan besar kita sehingga nilai tambah itu ada di dalam negeri. Lapangan kerja itu ada di dalam negeri. Kalau kita kirim bahan mentah yang dapat nilai tambah negara lain, yang dapat lapangan pekerjaan negara lain, yang dapat pajak juga negara lain. kalau industrinya ada di sini, PPh dapat kita. PPh badan, PPh karyawan, PPh perorangan, PPH badan dapat, pajak dapat, bea ekspor dapat, bea keluar dapat," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini