Wall Street Ditutup 2 Arah, Nasdaq Naik 67 Poin

, Jurnalis
Selasa 08 Juni 2021 07:53 WIB
Bursa saham Wall Street ditutup mixed (Foto: Ilustrasi Shutterstock)
Share :

 JAKARTA - Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Indeks Dow dan S&P mengakhiri sesi lesu sedikit di zona merah, saat investor menunggu berita tentang tarif pajak minimum perusahaan global, berlanjutnya kekhawatiran inflasi dan kurangnya berita ekonomi penggerak pasar.

Indeks Dow Jones Industrial Average tergerus 126,15 poin atau 0,36%, menjadi menetap di 34.630,24 poin. Indeks S&P 500 turun tipis 3,37 poin atau 0,08%, menjadi ditutup pada 4.226,52 poin. Sedangkan, indeks Komposit Nasdaq mampu bertambah 67,23 poin atau 0,49%, menjadi ditutup di 13.881,72 poin, dilansir dari Antara, Selasa (8/6/2021).

Baca Juga: Saham Teknologi Topang Kenaikan Wall Street

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan sektor material merosot 1,23%, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor real estat menguat 0,91%, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

Saham-saham berkapitalisasi kecil berkinerja lebih baik saat hiruk-pikuk ritel yang sedang berlangsung mendorong saham-saham yang volume perdagangannya eksplosif baru-baru ini dikaitkan dengan buzz media sosial.

Baca Juga: Wall Street Anjlok Terseret Penurunan Saham Teknologi

AMC Entertainment Holdings melambung 14,8%, memperpanjang lonjakan 85% minggu sebelumnya. Apa yang disebut “saham meme” lainnya, termasuk GameStop Corp dan saham Blackberry Ltd yang tercatat di AS, naik antara 7,0% dan 14%.

Negara-negara maju Kelompok Tujuh (G7) pada Sabtu (5/6/2021) sepakat untuk mendukung tarif pajak minimum perusahaan global setidaknya 15%, sebuah langkah yang disebut Menteri Keuangan Janet Yellen sebagai "komitmen yang signifikan dan belum pernah terjadi sebelumnya" untuk membawa apa yang disebutnya race to the bottom perpajakan global.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya