Terkait ketahanan sistem keuangan, ia memastikan masih tetap terjaga dengan rasio kecukupan modal (CAR) perbankan pada April 2021 sebesar 24,21 persen serta rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 3,22 persen (bruto) dan 1,06 persen (neto).
Namun di tengah kondisi likuiditas yang tetap longgar, intermediasi perbankan masih mengalami kontraksi sebesar 1,28 persen (yoy) pada Mei 2021, meski menunjukkan perbaikan.
"Perbaikan ini didorong oleh membaiknya permintaan kredit seiring dengan berlanjutnya pemulihan aktivitas korporasi yang tercermin antara lain dari meningkatnya penjualan, pajak yang dibayarkan, dan kemampuan bayar korporasi," kata Perry Warjiyo.
Di sektor rumah tangga, membaiknya permintaan kredit terlihat di sektor properti yang tercermin dari pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) 6,61 persen (yoy) sejalan dengan implementasi pelonggaran LTV dan insentif pajak oleh pemerintah.
(Dani Jumadil Akhir)