Selain itu, tambah Krestijanto, implementasi PLTS juga meningkatkan daya saing di era Industri 4.0. Kinerja PLTS itu dijalankan dengan menerapkan tren teknologi industri 4.0, di mana PLTS akan terhubung dengan jaringan internet sehingga dapat dimonitor secara realtime.
Upaya implementasi teknologi 4.0 ini juga sejalan dengan upaya Ferron untuk membangun kompetensi, sistem dan daya saing di tingkat nasional, regional hingga global.
Dengan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya, tambahnya, perusahaan berupaya meningkatkan efisiensi proses produksi dalam menghasilkan produk bermutu dan bernilai ekonomis tinggi.
"Langkah yang menjadi bagian pengembangan industri hijau ini diharapkan dapat mendorong Ferron sebagai industri yang bertransformasi menuju industri inovatif yang tangguh dan berdaya saing tinggi,” tutur Krestijanto.
(Feby Novalius)