JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir meminta tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) 2021 untuk tiga BUMN sebesar Rp33,9 triliun. Ketiga perusahaan negara tersebut, PT Waskita Karya (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, dan PT Hutama Karya (Persero).
Erick Thohir mencatat bahwa Waskita Karya membutuhkan dana segar senilai Rp7,9 triliun, KAI Rp7 triliun, sementara Hutama Karya sebesar Rp19 triliun.
Baca Juga: Erick Thohir Naikkan Target Dividen BUMN Jadi Rp40 Triliun di 2022
Untuk Waskita, anggaran tersebut akan digunakan perseroan untuk mengadakan sejumlah proyek infrastruktur yang berasal dari penugasan pemerintah. Erick menyebut, PMN sangat dibutuhkan perseroan untuk merealisasikan tugas-tugasnya. Sebab, permodalan perusahaan sudah dialokasikan ke Tol Trans Jawa yang sebelumnya mangkrak.
"Kita tahu banyak sekali pada saat itu tol-tol di Jawa itu dalam kondisi mangkrak sehingga Waskita harus mengambil alih, sehingga hari ini kita bisa nikmati jalan tol yang tembus di seluruh Jawa. Tentu hal ini ada konsekuensi dari pada permodalannya sendiri," ujar Erick, Kamis (8/7/2021).
Baca Juga: Kontribusi BUMN Rp3.295 Triliun, Erick Thohir Soroti PMN
Selain itu, ada penugasan tambahan yang diterima Waskita untuk pengerjaan Tol Sumatera, di mana, dalam prosesnya menggunakan ekuitas perusahaan sendiri.