JAKARTA – Tim Riset MNC Sekuritas menyebutkan bahwa dari segi makroekonomi, posisi cadangan devisa Indonesia meningkat USD0,7 miliar menjadi USD137,1 miliar pada Juni 2021 jika dibandingkan dengan posisi cadangan devisa Indonesia pada Mei 2021, yaitu sebesar USD136,4 miliar.
Equity Analyst MNC Sekuritas Rifqi Ramadhan mengungkapkan mengawali pekan ini, Senin (5/7/2021), IHSG melemah sebesar -0,29% ke level 6.005,61 dan diikuti oleh net foreign sell mencapai Rp326,30 miliar. Di sisi lain, sektor kesehatan menguat sebesar +2,05%, diikuti dengan industri transportasi yang naik +1,35%.
Baca Juga: IHSG Berakhir Melemah Tipis pada Level 6.044
Market cenderung tidak terlalu reaktif terhadap pemberlakuan PPKM karena telah dilakukan antisipasi ( price in) beberapa waktu sebelumnya. Selain itu, pengetatan yang terjadi saat PPKM Darurat masih terbilang normal karena tidak full lockdown.
“Pada perdagangan hari Selasa (6/7/2021), IHSG menguat +0,69% ke level 6.047,11, sementara net foreign sell mencapai Rp176,53 miliar. IHSG menguat hampir di semua sektornya, dipimpin oleh sektor teknologi sebesar +3,02%, diikuti oleh industri dasar (+2,58%)," jelas Rifqi, Jumat (9/7/2021).
Baca Juga: IHSG Naik ke 6.063 pada Bel Perdagangan
Rifqi menambahkan, IHSG mengikuti pergerakan indeks di mayoritas negara Asia yang ditutup menguat. Meskipun dari dalam negeri, pemerintah memberikan proyeksi pertumbuhan ekonomi bisa melambat jika penyebaran Covid-19 belum bisa diredam bulan ini, sehingga pelaku pasar akan lebih berhati-hati.
Selanjutnya, IHSG melemah -0,05% ke level 6.044,04 pada perdagangan hari Rabu (7/7/2021) dengan net foreign sell mencapai Rp189,46 miliar. Pada hari Kamis (8/7/2021), IHSG melemah -0,05% ke level 6.039,90 dengan net foreign buy mencapai Rp132,12 miliar.
Mengakhiri sesi perdagangan bursa pada minggu ini, IHSG terkoreksi tipis senilai -0,01% ke level 6,039,84, diikuti dengan net foreign buy mencapai Rp23,08 miliar.