JAKARTA - Ketua Asosiasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Akumindo) Ikhsan Ingratubun mengatakan peningkatan pagu kredit bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dinilai sangat penting untuk mendorong sektor UMKM bangkit pandemi COVID-19.
“Saat ini posisi UMKM sedang berusaha bangkit dari dampak pandemi selama 1,5 tahun terakhir. PT Bank BRI Tbk saat ini menjadi bank yang terbesar dalam meningkatkan pagu kredit, ini sangat membantu persoalan yang dihadapi para UMKM secara nasional,” kata Ikhsan Ingratubun seperti dilansir Antara, di Jakarta, Senin (26/7/2021).
Menurut Ihsan, setidaknya sekitar 30-50 persen pelaku UMKM mulai bangkit yang berjuang dalam mencari permodalan dan transformasi digital pada situasi pandemi.
“BRI berperan dalam transformasi digital para pelaku UMKM, dengan terus mengoptimalkan literasi digital dan mengembangkan komunitas digital UMKM. Transformasi ke digital, menjadi salah satu solusi bagi pelaku UMKM,” katanya.
Baca Juga: BI Bawa Kabar Gembira, Kredit UMKM Melesat di Tengah Covid-19
Berdasarkan data Akumindo, terdapat sekitar 13 juta pelaku UMKM yang sudah go digital, dengan 5 juta di antaranya bertambah selama pandemi.
“Ini menjadi potensi besar bagi pangsa kredit UMKM BRI. Namun, pendampingan yang telah diberikan Pemerintah dan perbankan diharapkan bisa ditingkatkan lagi di masa pandemi,” katanya.
Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan, untuk mengembangkan UMKM khususnya di segmen mikro, BRI telah merumuskan dua strategi utama, pertama, menumbuhkembangkan nasabah atau debitur UMKM eksisting.
Sunarso menjelaskan, BRI telah melakukan pemberdayaan untuk mengembangkan nasabah eksisting yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, mulai dari literasi digital hingga membantu nasabah menemukan bisnis model baru, termasuk mendigitalisasi pasar tradisional.
"Lebih dari 4.500 pasar tradisional di Indonesia telah menggunakan platform web pasar BRI," ujarnya,.