Strategi kedua, BRI berusaha menemukan sumber-sumber pertumbuhan kredit yang baru dengan menyasar segmen yang lebih kecil lagi, yakni ultra mikro.
Sunarso menambahkan, beragam inovasi digital dihadirkan BRI, termasuk membangun ekosistem digital yang fokusnya mendukung kegiatan-kegiatan produktif di masyarakat melalui cara-cara baru, dan optimalisasi pengembangan BRIBRAIN.
BRI juga mentransformasi proses bisnisnya dengan berbagai aplikasi digital. Bank BUMN ini sudah memiliki BRISPOT, ditambah agen BRILink yang juga memiliki aplikasi-aplikasi digital lain. Terobosan ini diharapkan pula dapat membantu pemulihan ekonomi masyarakat di kalangan bawah.
Bank BRI telah menyalurkan kredit UMKM dengan porsi terbesar, yakni 80,6 persen pada kuartal I 2021. Bank pelat merah ini menargetkan untuk mencapai penyaluran kredit sebesar 85 persen hingga akhir tahun 2021.
“Untuk menggenjot portofolio tersebut, BRI fokus penyaluran kredit seperti melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan juga Kredit Modal Kerja (KMK) yang dijamin oleh lembaga penjaminan kredit,” kata Sunarso.
Kredit segmen mikro menjadi penopang pertumbuhan kredit BRI di tengah kondisi ekonomi yang menantang akibat pandemi Covid-19. Kredit usaha mikro BRI tercatat tumbuh 12,43 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp360,03 triliun pada kuartal I 2021. Hingga akhir tahun 2021, BRI siap menawarkan skema KUR tanpa jaminan yang bisa disalurkan kepada sekitar 57 juta pelaku usaha ultra mikro.
Sementara itu, Kepala UKM Pusat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Zakir Machmud mengatakan selain penambahan kredit UMKM, perbankan juga harus menggenjot upaya pendampingan kepada UMKM, serta memberikan akses pasar kepada pelaku usaha.
"Gerakan-gerakan yang mendorong pasar produk UMKM perlu terus digaungkan, seperti Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), Beli Kreatif Lokal, beli produk temen atau tetangga, itu gerakan-gerakan yang mendorong produk UMKM," ujar Zakir.
Dia pun mengapresiasi berbagai sosialisasi mengenai e-commerce dan pemasaran digital yang telah dilakukan oleh perbankan yang harus terus ditingkatkan.
Sosialisasi go digital, misalnya seperti QRIS, perlu dilakukan saat ini. Untuk skala mikro tidak mudah go digital, namun pelan-pelan harus disosialisasikan. Dari bank, festival UMKM sudah ada, tapi perlu diperbanyak karena jumlah UMKM juga banyak," jelas Zakir.
(Dani Jumadil Akhir)