JAKARTA - PT PLN (Persero) memperkirakan kebutuhan listrik dalam negeri naik 5 kali lipat pada 2060. Asumsi pertumbuhan konsumsi listrik mencapai 4,6%, maka kebutuhan kelistrikan pada 2060 sebesar 1.800 TWh
Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, dengan asumsi tersebut, maka ada penambahan kapasitas listrik pada 2060 sebesar 1.500 TWh atau lima kali lipat dari kapasitas listrik di tahun ini sebesar 300 TWh
Melihat kondisi tersebut, direncanakan penambahan kapasitas pembangkit untuk menutup selisih kebutuhan dan pasokan listrik akan didominasi energi baru dan terbarukan (EBT).
Baca Juga: 317 Gardu Listrik Terdampak Gempa Sulteng
Meski demikian, Darmawan menegaskan bukan berarti pihaknya akan membangun pembangkit baru dan menutup pembangkit lama.
"Beberapa dari pembangkit yang sudah berjalan akan program co-firing, memasifkan penggunaan kendaraan listrik, mengonversi pembangkit listrik primer tenaga diesel dan batu bara dengan pembangkit EBT secara bertahap, dan yang lainnya," ujarnya, Kamis (29/7/2021).
Perseroan pun tetap mempertimbangkan kondisi supply and demand agar kondisi oversupply yang saat ini terjadi dapat ditangani. Dalam kondisi saat ini, keuangan PLN cukup terbebani karena masih harus membayar listrik dari pihak ketiga yang hanya di utilisasi sebagian.
Baca Juga: Tips Hemat Listrik Selama WFH agar Tagihan Tak Membengkak
"Pemerintah menetapkan bahwa PLN harus membayar semua listrik yang dihasilkan oleh pihak ketiga. Oleh karena itu, saat ini PLN harus cermat dalam menghitung dan mengalokasikan pasokan listrik agar tidak memberikan dampak yang jauh lebih buruk bagi keuangan," kata dia.
Perusahaan juga akan meningkatkan investasi yang diarahkan kepada pengembangan EBT guna mendukung komitmen untuk mendorong pencapaian nol emisi karbon atau net zero emission pada 2060.