JAKARTA - SpaceX meluncurkan roket pendorong untuk membawa pesawat luar angkasa Orbital pertama, kemarin. Sebelum roket meluncur, Elon Musk membagikan foto-foto benda yang sangat besar tersebut.
Dilansir dari CNBC (5/8/2021) perusahaan milik Musk telah beberapa kali melakukan percobaan singkat menguji prototipe dalam setahun terakhir. Tapi untuk mencapai orbit adalah level berikutnya dalam pengujian roket. Di bulan Mei sudah diungkapkan rencana untuk penerbangan, yang akan diluncurkan dari fasilitas di Texas dan bertujuan untuk jatuh di lepas pantai Hawaii.
Baca Juga: Elon Musk Dukung Pembuat Fortnite Epic Games Melawan Apple
Pesawat prototipe tersebut memiliki tinggi sekitar 160 kaki, atau seukuran bangunan 16 lantai. Materialnya dari stainless steel mewakili versi awal roket dari Musk pada tahun 2019 silam.
Roket tersebut awalnya dimulai sebagai peluncur "Super Heavy", yang menjadi separuh bagian bawah roket dengan tinggi sekitar 230 kaki. Bila digabungkan kapal Starship dan Super Heavy akan memiliki tinggi hampir 400 kaki.
Baca Juga: Atasi Kekurangan Chip Global, Tesla Perbarui Ulang Software
Perusahaan meluncurkan Super Booster 4 pada Selasa, dengan Starship prototipe 20 yang diharapkan ikut di atasnya.
SpaceX telah bekerja cepat untuk mempersiapkan Starship dan peluncur Super Heavy untuk uji coba penerbangan orbit. Namun masih ada persyaratan dampak lingkungan oleh Federal Aviation Administration yang perlu diselesaikan sebelum peluncuran.
Perusahaan tersebut diketahui sedang mengembangkan pesawat luar angkasa untuk mengangkut kargo dan orang untuk misi ke bulan dan Mars.
Sementara armada pesawat luar angkasa milik SpaceX, Falcon 9 dan roket Falcon Heavy dapat digunakan kembali sebagiannya. Tujuan Musk adalah membuat pesawat luar angkasa sepenuhnya yang dapat digunakan kembali. Visinya sebuah roket yang lebih mirip dengan pesawat komersial, dengan perubahan waktu yang singkat antara penerbangan di mana biaya utamanya adalah bahan bakar.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)