JAKARTA - Kredit mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tumbuh 17% pada semester I-2021. Jumlah tersebut mencapai Rp366,56 triliun. Tumbuhnya kredit mikro BRI tersebut mendorong kenaikan laba bersih 22,9% jadi Rp12,54 triliun.
"Porsi UMKM BRI, jadi mikro, kecil dan menengah sudah mencapai 80,62% dari total portofolio kredit BRI. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama. Komposisi kredit BRI untuk UMK tahun sebelumnya adalah 78,58%," jelas Direktur Utama BRI Sunarso dalam konferensi pers virtual, Jumat (6/8/2021).
Baca Juga: BRI Raup Laba Bersih Rp12,5 Triliun di Semester I-2021, Naik 22,9%
Sementara itu, kredit konsumer serta kecil dan menengah BRI masing-masing sebesar Rp145,94 triliun dan Rp236,82 triliun. Jika diakumulasi, maka total kredit UMKM BRI menyentuh angka Rp749,33 triliun.
Perseroan pun mampu menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) dengan baik. Tercatat NPL BRI pada akhir kuartal II tahun 2021 sebesar 3,30% dengan NPL Coverage mencapai 254,84%. Keberhasilan BRI menjaga NPL ini tak lepas dari kian landainya tren restrukturisasi kredit terdampak Covid-19.
Hingga akhir Juni 2021 tercatat outstanding kredit restrukturisasi akibat Covid-19 sebesar Rp175,16 triliun atau telah turun sebesar Rp56,3 triliun dari total akumulasi kredit restrukturisasi.