Dari sisi penjualan di hilir, permintaan BBM berangsur pulih walaupun masih lebih rendah dari kondisi normal sebelum pandemi Covid-19. Sampai dengan Juni 2021, demand BBM rata-rata tercatat 126.000 KL per hari, atau meningkat sekitar 8% dari Juni 2020 yang sekitar 116.000 KL per hari. Namun angka tersebut masih lebih rendah sekitar 6% dari demand normal sebelum pandemi di tahun 2019.
Fajriyah mengungkapkan, tingginya harga minyak memberikan tekanan signifikan atas beban pokok produksi BBM. Namun demikian sampai saat ini Pertamina tidak menaikan harga BBM karena pertimbangan penurunan daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19. Sementara badan usaha BBM lainnya telah beberapa kali menaikan harga jual BBM-nya sejak awal tahun 2021.
"Tentu saja pendapatan dan laba dari sektor hilir menjadi cukup tertekan, namun ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Pertamina untuk membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19," ungkap Fajriyah.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)