JAKARTA - Emiten properti, PT Sentul City Tbk (BKSL) berhasil melanjutkan performance positif di kuartal pertama pada semester pertama tahun ini. Dimana perseroan membukukan laba bersih Rp 286,8 miliar dari sebelumnya merugi Rp 237,9 miliar di semester pertama 2020. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.
Kata Presiden Direktur PT Sentul City Tbk, Tjetje Muljanto, meningkatnya laba bersih berkat ekspansi bisnis serta perbaikan kinerja seperti penghematan biaya dan penjualan aset strategis. Hal itu untuk merespons pelemahan daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19.
"Hasilnya pendapatan bertumbuh signifikan menjadi Rp 2,4 triliun, melampaui total penjualan keseluruhan tahun 2020 sebesar Rp 452 miliar,”ujarnya seperti dilansir Harian Neraca, Kamis (2/9/2021).
Baca Juga: Emiten Pengelola Alfamart (AMRT) Kantongi Laba Rp853 Miliar, Meroket 73%
Tjetje menambahkan, salah satu aksi perseroan yang menjadi penopang pertumbuhan pendapatan yakni penjualan properti AEON Mall yang negosiasinya sudah direncanakan sejak lama. Dengan selesainya aksi penjualan, menjadi tanda bahwa perseroan masih mendapat kepercayaan dari investor Jepang yang sangat selecktif mengambil keputusan bisnisnya.
Untuk diketahui, hingga akhir Juni 2021 total liabilitas Sentul City berjumlah Rp 6,4 triliun, atau menurun 21% menjadi Rp 1,7 triliun (year to date/ytd) dari total liabilitas di akhir tahun 2020 sebanyak Rp 8,1 triliun. Secara terinci, jumlah liabilitas jangka pendek turun sebesar Rp 173 miliar atau 5,3% dari Rp 3,270 triliun per Desember 2020 menjadi Rp 3,097 triliun di semester I 2021.
Perseroan, lanjut Tjetje, berkomitmen memenuhi kewajiban kepada pihak ketiga sehingga berdampak pada penurunan kewajiban cukup signifikan.