Indonesia Butuh 47.000 Km Sirkuit Jaringan Listrik

Antara, Jurnalis
Selasa 07 September 2021 13:49 WIB
Jaringan listrik (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Indonesia memerlukan 47.000 kilometer sirkuit jaringan tenaga listrik dalam sembilan tahun ke depan. Jaringan listrik diperlukan guna menopang target penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 40,9 gigawatt .

"Pada 2030 pemerintah telah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar kurang lebih 40 gigawatt. Untuk itu diperlukan tambahan jaringan transmisi tenaga listrik sepanjang kurang lebih 47.000 kilometer sirkuit," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kemennterian ESDM Rida Mulyana dilansir dari Antara, Selasa (7/9/2021).

Baca Juga: 2 Cara Dapat Diskon Listrik PLN di September

Penambahan pembangkit listrik nasional yang diproyeksikan sebesar 40,9 gigawatt pada 2030 tercantum dalam konsep Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2021-2030. Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit bisa mencapai 4,1 gigawatt setiap tahun.

Dari sisi sumber energi, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) masih akan mendominasi dengan porsi sebesar 15,9 gigawatt atau 39,1% yang terdiri dari PLTU mulut tambang sebesar 3,5 gigawatt dan PLTU non-mulut tambang 12,4 gigawatt.

Sedangkan jenis pembangkit listrik tenaga gas uap dengan porsi 5,3 gigawatt atau 12,5% dan pembangkit listrik tenaga mesin gas sebesar 2,2 gigawatt atau 5,5%.

Baca Juga:  Jaga Listrik, PLN Amankan Pasokan Batu Bara dari PTBA

Sementara porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang terbesar akan didominasi pembangkit listrik tenaga air dan minihidro mencapai 8,9 gigawat atau 22% dan pembangkit listrik tenaga panas bumi sebesar 3,5 gigawatt atau 8,5%.

Pemerintah juga menargetkan porsi EBT lainnya sebesar 3,7 gigawatt atau 9,0% berupa pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga bayu, pembangkit listrik tenaga sampah, dan lainnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya