Demikian dengan berhasilnya pengambilan kekuasaan tersebut ditandai dengan penandatangan proses sertifikasi atas nama negara dan itu terus dikembangkan.
"Kemudian untuk utang-piutang dalam bentuk uang dan bentuk rekening dan pengakuan sebagian itu yaa jalan tentu. Dan buktinya mereka yang telah dipanggil hampir mereka semuanya merespon, ada yang langsung saya bayar. Ada yang (mungkin) saya gak segitu. Pokoknya datang" paparnya.
Menurut Mahfud, jika mereka tak memenuhi panggilan maka akan ditindak tegas lewat jalur hukum karena uang milik negara.
"Kita sudah punya dokumen, dan saya memiliki catatan ini dilakukan secara manusiawi dan ini kan situasinya harus dipahami masa krisis saat itu," paparnya.
(Feby Novalius)