JAKARTA - Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) setelah aksi jual yang luas sehari sebelumnya, dengan kekhawatiran atas masalah di pengembang China Evergrande dan kehati-hatian menjelang pernyataan penting kebijakan Federal Reserve membatasi pasar.
Ritme perdagangan berombak, dengan indeks Dow dan S&P 500 menghapus kenaikan sesi sebelum penutupan, sementara Nasdaq berakhir sedikit lebih tinggi.
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 50,63 poin atau 0,15%, menjadi menetap di 33.919,84 poin. Indeks S&P 500 berkurang 3,54 poin atau 0,08%, menjadi berakhir di 4.354,19 poin. Indeks Komposit Nasdaq terdongkrak 32,49 poin atau 0,22%, menjadi berakhir di 14.746,40 poin.
Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan saham sektor industri turun 0,7%, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor energi menguat 0,37%, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.
Baca Juga: Wall Street Anjlok Dipicu Aksi Jual karena Krisis Evergrande
Saham Walt Disney Co jatuh 4,2 persen dan merupakan beban terbesar pada S&P 500 dan Dow setelah Chief Executive Officer Bob Chapek mengatakan kebangkitan varian Delta virus corona menunda produksi beberapa judulnya.
Kekhawatiran atas China Evergrande Group telah membuat investor gelisah dan menambah kekhawatiran baru-baru ini atas pertumbuhan ekonomi akibat varian Delta.
Kekhawatiran gagal bayar terus-menerus membayangi upaya ketua Evergrande untuk meningkatkan kepercayaan terhadap perusahaan pada Selasa (21/9/2021), sementara Beijing tidak menunjukkan tanda-tanda akan campur tangan untuk membendung efek apa pun pada ekonomi global.
Baca Juga: Wall Street Terjun Bebas, Indeks Dow Jones Anjlok 166,44 Poin
"Orang-orang telah dikondisikan untuk membeli saat turun dari sebagian besar kenaikan tahun lalu," kata Michael James, direktur pelaksana perdagangan ekuitas di Wedbush Securities di Los Angeles.
"Tapi kegelisahan di atas kepala itu masih ada. Situasi Evergrande masih menjadi awan hitam yang menggantung di pasar global. Kombinasi itu dengan ketidakpastian komentar Fed yang akan datang besok, dan ada keengganan untuk menjadi terlalu agresif menahan saham untuk naik,” tambahnya