JAKARTA - Nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan terkoreksi. Rupiah masih dipengaruhi sinyal tapering yang akan dilakukan oleh The Fed dalam waktu dekat.
Rupiah ditutup melemah 15 poin atau 0,11% ke posisi Rp14.258 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.243 per dolar AS.
Baca Juga: Kabar Baik, Transaksi Ekspor Impor Pakai Rupiah Bakal Dapat Insentif
"Secara garis besar gerak rupiah masih berkonsolidasi setelah penguatan beberapa waktu lalu. Konsolidasi dan koreksi yang terjadi ini mendapat tambahan dorongan dari hasil rapat The Fed yang menyiratkan akan melakukan tapering dalam waktu dekat walaupun tidak diberikan kejelasan kapan waktu dimulainya," kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Nikolas Prasetia, Jumat (24/9/2021).
Menurut Nikolas, pelemahan rupiah pada akhir pekan masih terdampak pernyataan The Fed seiring minimnya sentimen di pasar uang.
Baca Juga: Rupiah Menguat Lawan Dolar AS, Pagi Ini di Level Rp14.240/USD
"Karena sepi isu, sementara hanya ada isu dari rapat The Fed kemarin, membuat rupiah relatif terkoreksi pada akhir pekan ini," ujar Nikolas.
The Fed memutuskan tidak mengubah level suku bunga acuan atau sesuai dengan perkiraan pasar, serta juga tidak mengumumkan untuk awal pemangkasan pembelian aset.
Namun, The Fed menyatakan bahwa moderasi laju pembelian aset mungkin akan segera dibenarkan dan Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa para anggota dewan yakin pemangkasan pembelian aset dapat berakhir sekitar pertengahan 2022, yang membuka jalan untuk kenaikan suku bunga setelah itu.