JAKARTA - Tak sedikit nasabah platform investasi melakukan komplain di media sosial terkait dirinya menjadi korban, entah penyalahgunaan data pribadi atau juga mengaku dana raib ditelan perusahaan.
Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee mengatakan, berkembangnya teknologi digital ini memang data pribadi menjadi sangat penting. Namun, biasanya data nasabah aman jika investasi pada perusahaan yang ada dibawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Tips Memulai Trading Saham, Cermat Memilih Sekuritas
"Tidak ada masalah dengan nasabah. Kalau pun ada kita tahu bisa mengadu ke OJK dan OJK akan tindak," katanya kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Sabtu (2/10/2021).
Menurut Hans, perusahaan atau sekuritas pasti takut dengan OJK jika adanya kebocoran data atau penipuan. Lembaga-lembaga dibawah OJK, kata dia, pasti akan lebih teratur, lain lagi dengan perusahaan yang bermasalah memang nampaknya di luar pengawasan OJK.
Disisi lain, Analis Panin Sekuritas William Hartanto menuturkan kepada MPI bahwa memang ada saja perusahaan platform yang melakukan "permainan" dengan nasabah atau investor.
Baca Juga: Korban Platform Investasi Ngadu ke OJK: Dapat Email Padahal Nggak Daftar
"Iya itu kemungkinan dari pihak penyedia platform nya yang berbuat curang, aalagi yang dananya hilang mendadak," ujar dia.
Perihal ada beberapa akun bodong yang terdaftar di platform investasi tersebut yang datanya entah darimana dan merugikan pihak lain, menurut William memang bisa saja modus penipuan tersebut datang dari perusahaan sendiri.
Lantas William memberi tips untuk para investor pemula atau bagi trader yang sering termakan promo investasi yang bisa membuat si nasabah terjerat menjadi korban.