Jadi Korban Platform Investasi, Lalai atau Penipuan?

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Sabtu 02 Oktober 2021 21:30 WIB
Korban platform trading saham mengadukan masalah penyalahgunaan data (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Tak sedikit nasabah platform investasi melakukan komplain di media sosial terkait dirinya menjadi korban, entah penyalahgunaan data pribadi atau juga mengaku dana raib ditelan perusahaan.

Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee mengatakan, berkembangnya teknologi digital ini memang data pribadi menjadi sangat penting. Namun, biasanya data nasabah aman jika investasi pada perusahaan yang ada dibawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Tips Memulai Trading Saham, Cermat Memilih Sekuritas

"Tidak ada masalah dengan nasabah. Kalau pun ada kita tahu bisa mengadu ke OJK dan OJK akan tindak," katanya kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Sabtu (2/10/2021).

Menurut Hans, perusahaan atau sekuritas pasti takut dengan OJK jika adanya kebocoran data atau penipuan. Lembaga-lembaga dibawah OJK, kata dia, pasti akan lebih teratur, lain lagi dengan perusahaan yang bermasalah memang nampaknya di luar pengawasan OJK.

Disisi lain, Analis Panin Sekuritas William Hartanto menuturkan kepada MPI bahwa memang ada saja perusahaan platform yang melakukan "permainan" dengan nasabah atau investor.

Baca Juga: Korban Platform Investasi Ngadu ke OJK: Dapat Email Padahal Nggak Daftar

"Iya itu kemungkinan dari pihak penyedia platform nya yang berbuat curang, aalagi yang dananya hilang mendadak," ujar dia.

Perihal ada beberapa akun bodong yang terdaftar di platform investasi tersebut yang datanya entah darimana dan merugikan pihak lain, menurut William memang bisa saja modus penipuan tersebut datang dari perusahaan sendiri.

Lantas William memberi tips untuk para investor pemula atau bagi trader yang sering termakan promo investasi yang bisa membuat si nasabah terjerat menjadi korban.

"Ya dengan menyadari bahwa segala sesuatunya ada risiko termasuk dalam investasi saham, tidak ada promo-promo yang too good to be true seolah win rate 100%, itu sudah aneh," jelasnya.

Kemudian William menambahkan, kalaupun perusaaan itu sudah hebat, pasti mereka tidak menawarkan dengan segala cara di luar sana.

"Kalau masyarakat bisa berpikir ke situ saja, potensi kena tipu sudah mengecil. Itu kan konsekuensi dari pilihan mereka sendiri, lapor boleh tapi protes percuma, karena sejak awal mereka yang mau gabung tanpa paksaan," pungkas William.

Hingga berita ini diturunkan, Okezone belum mendapatkan tanggapan dari Ajaib Sekuritas.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya