JAKARTA - PT Ajaib Sekuritas Asia akhirnya buka suara mengenai beredarnya data dari email hingga nomor telepon yang diduga dipakai untuk membuka akun bodong pada platform aplikasi investasi Ajaib.
Public Relations Ajaib Sekuritas Anisah Firdaus Bandu mengatakan, untuk saat ini pihaknya telah melakukan penelusuran lebih dalam termasuk investigasi adanya dugaan akun bodong tersebut.
“Terkait hal itu kami dan tim kami telah melakukan berbagai penelusuran dan telah melakukan konfirmasi kepada hal-hal yang bersangkutan jadi semuanya pokoknya sudah dalam proses,” kata Anisah saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jakarta, Minggu (3/10/2021).
Baca Juga: OJK Akan Meminta Keterangan Ajaib Sekuritas Terkait Permasalahan yang Dihadapi Masyarakat
Anisah menjelaskan, pihak manajemen sedang melakukan penelusuran lebih dalam dengan mengkonfirmasi kasus-kasus serupa. Dia tidak merinci jumlah kasus yang terjadi.
“Kami dari pihak internal (perusahaan) tidak bisa membeberkan atau menyebutkan berapa datanya untuk saat ini karena kita juga saat ini masih dalam tahap maintenance,” katanya.
Dia menambahkan, masalah komplain pengguna maupun pemilik akun semua sudah diatasi dan dieksekusi oleh tim bagian tim supporting dari perusahaan.
"Otu semuanya sudah dihandle oleh tim supporting dan kami telah memberikan pelayanan pelayanan yang terbaik bagi user kami dan tentunya sudah standar dengan SOP Kami, seperti itu," katanya.
Sebelumnya beredar data berupa email hingga nomor telepon yang digunakan untuk membuka akun bodong di platform investasi. Akan tetapi si empunya nama tidak tahu. Salah satu korban bernama Ignatius Danang yang berbagi di media sosial Twitter pada 5 Juli 2021.
“Dear @ajaib_investasi sampai detik ini saya tidak pernah melakukan pendaftaran akun, tetapi dari kemarin total saya mendapat lebih dari 3x email konfirmasi. Mohon ditindaklanjuti Terima kasih, cc @ojkindonesia," tulisnya. Total ada tiga email konfirmasi resmi yang didapat Ignatius. Walaupun tidak disebar, Ignatius sudah sering mendengar kabar jual beli data.
Pemilik akun lainnya, Nidha Wulandari menceritakan ketika setoran Reksadana yang hilang secara tiba-tiba dari rekapan aplikasi Sekuritas Ajaib.
"Setoran reksadana saya sejak 12 September tiba-tiba hilang dari rekapan aplikasi dengan alasan buktinya kurang jelas. Saya disuruh kirim ulang berkali-kali (hingga terakhir tanggal 23 September saya kirim lagi)," tulis komentar Nidha seperti dikonfirmasi MNC Portal Indonesia.
(Dani Jumadil Akhir)