Menurutnya, apabila koreksi indeks bisa menembus level 6.300an, maka berpeluang akan terjadi penurunan lebih dalam.
"Kalau melewati level 6.300, maka kemungkinan bisa memicu aksi profit taking yang lebih kuat lagi dan bisa menyeret IHSG menuju support berikutnya di sekitar 6.247 kemudian di 6.188," tegasnya.
Kendati demikian, dirinya optimis bahwa indeks bisa melanjutkan kenaikan lebih tinggi. "Selama IHSG masih berada di atas 6.300, maka peluang menuju 6.600an masih sangat besar," tandasnya.
Seperti diketahui, performa IHSG secara year to date telah menembus 8,41%, dengan titik tertinggi terdekat berada di level 6.504,992. Per Jumat lalu, pucuk yang berhasil diraih indeks masih di level 6.497, artinya, kemungkinan menembus 6.500an terbuka lebar jika tidak terjadi profit taking.
(Feby Novalius)