Mesin Bor Raksasa Tembus 10 Terowongan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Cek Penampakannya

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis
Minggu 31 Oktober 2021 20:31 WIB
Mesin Bor Raksasa Proyek Kereta Cepat (Foto: KCIC)
Share :

JAKARTA - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) akan mulai memasuki tahapan persiapan operasi.

Progress kontruksi pun dipercepat, termasuk di dalamnya konstruksi 13 tunnel pada trase KCJB yang sudah tembus hingga 10 terowongan.

Proyek kereta cepat pun menggunakan beragam metode dan teknologi canggih yang digunakan dalam pembangunan konstruksi.

Salah satunya penggunaan Tunnel Boring Machine (TBM) untuk pengeboran Tunnel #1 sepanjangnya 1.885 meter yang berada di Kawasan Halim, Jakarta.

“Untuk Tunnel #1 Kami menggunakan shield tunneling dengan bantuan TBM sebagai alternatif untuk metode pengeboran di batu dan hand mining konvensional di tanah,” jelas Presiden Direktur PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi, Minggu (31/10/2021).

Metode ini sangat tepat digunakan untuk pengeboran Tunnel #1 yang berada di kawasan kritis seperti jalan tol dan perkotaan dengan lalu lintas yang ramai dan padat penduduk. Dengan mengaplikasikan TBM, gangguan terhadap tanah di sekitar lokasi pengeboran dapat diminimalisir.

Selain itu, dinding yang dihasilkan dari pengeboran akan lebih rapi sehingga dapat mengurangi biaya pelapisan terowongan.

“Keuntungan penggunaan TBM adalah membatasi gangguan ke tanah sekitarnya dan menghasilkan dinding terowongan yang mulus. Ini secara signifikan mengurangi biaya pelapisan terowongan, dan membuatnya cocok untuk digunakan di daerah perkotaan yang padat. Makanya meski pun Tunnel #1 ini ada di perkotaan, proses pengeboran dapat berjalan lancar,” paparnya.

Menariknya, dituturkan Dwiyana, TBM yang digunakan pada Tunnel #1 merupakan TBM terbesar di Asia Tenggara. Mesin ini memiliki diameter 13,9 meter dengan panjang hingga 103,5 meter.

“TBM yang digunakan di Tunnel #1 memiliki diameter hingga 13,9 meter dan panjang 103,5 meter. Ukuran ini menjadikannya yang terbesar di Asia Tenggara.” ucap Dwiyana.

Berbekal kapalabilitas drilling speed yang mencapai delapan meter/jam dan torque rate hingga 28.645 k.n.m, mesin ini berperan besar dalam upaya penggalian Tunnel #1 yang selesai pada 15 Desember 2020 dengan waktu durasi konstruksi selama 13 bulan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya