Laba GGRM Merosot 26%, Emiten Miliarder Susilo Wonowidjojo Tertekan Beban Cukai

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis
Senin 01 November 2021 13:32 WIB
Laba Gudang Garam (Foto: Okezone/Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Hingga kuartal tiga 2021, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mengalami penurunan laba bersih 26,72%. Di mana emiten rokok ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,134 triliun, sedangkan di periode sama tahun 2020 tercatat sebesar Rp5,647 triliun.

Hal itu disebabkan peningkatan beban cukai dan PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Akibatnya, laba per saham dasar turun menjadi Rp2.149, sedangkan pada akhir kuartal III 2020 terbilang Rp2.935.

Perseroan menyebutkan, pendapatan  naik 10,43% menjadi Rp92,07 triliun. Rincinya, penjualan sigaret kretek mesin naik 10,52% menjadi Rp84,573 triliun. Senada, penjualan kertas karton naik 3,67% menjadi Rp3,67 triliun. Tapi penjualan sigaret tangan susut 0,86% menjadi Rp6,323 triliun.

Baca Juga: Lepas 13,5 Miliar Saham, NSS Bidik Dana IPO Rp2 Triliun

Sayangnya, biaya pokok penjualan membengkak 16,02% menjadi Rp81,654 triliun. Hal itu dipicu pita cukai PPN dan pajak non rokok yang membengkak sebesar 19,88% menjadi Rp70,172 triliun. Ditambah biaya pokok produks yang membengkak 7,3% menjadi Rp15,05 triliun.

Imbasnya, laba kotor terbilang Rp10,399 triliun, atau turun 19,9% dibandingkan akhir kuartal III 2020 yang terbilang Rp12,983 triliun.

Sementara itu, aset perseroan tumbuh 6,47% menjadi Rp83,251 triliun. Hal itu dipicu utang cukai, PPN dan pajak rokok yang melonjak 107% menjadi Rp18,75 triliun.

Baca Juga: Darya Varia Tebar Dividen Rp43,6 Miliar, Catat Jadwalnya

Sebagai informasi, tahun ini perseroan memproyeksikan pertumbuhan penjualan rokok menjadi 80 miliar batang.

Analis Mirae Asset Sekuritas, Christine Natasya pernah bilang, sigaret kretek tangan (SKT) dan low tar serta low nikotin (SKM LTLN) buatan mesin GGRM membukukan volume penjualan yang lebih rendah, masing-masing sebesar 2,2% dan 43,5% secara tahunan di semester I/2021 SKM LTLN GGRM saat ini hanya memberikan kontribusi 2,8% terhadap total volume penjualannya.

"Menurut kami, meski segmen industri lintingan tangan (SKT) juga membukukan pertumbuhan volume penjualan, GGRM tidak mendapatkan dampak yang baik karena pesaingnya, HMSP, memimpin di segmen tersebut," ujarnya, Senin (1/11/2021).

Secara keseluruhan, lanjut dia, GGRM masih berhasil membukukan volume penjualan yang lebih tinggi sebesar 7% year on year (yoy) hingga semester I/2021 menjadi 45,6 miliar batang. Dengan kinerja tersebut, Mirae Asset memperkirakan GGRM akan membukukan volume penjualan 80 miliar batang sepanjang 2021.

Menurut Christine, sigaret kretek mesin full flavor buatan perusahaan (SKM FF) menjadi pendoronG pertumbuhan. Segmen ini membukukan volume penjualan 39,9 miliar batang di semester I/2021, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebanyak 35,8 miliar batang. Produk SKM FF seperti GG International dan GG Surya 16 telah menjadi produk unggulan perusahaan.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya