JAKARTA - PT Yelooo Integra Datanet Tbk atau Passpod siap menerbitkan maksimal 1,83 miliar saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Hal ini untuk memperkuat struktur permodalan guna mendanai pengembangan bisnisnya.
Pada aksi korporasi tersebut, emiten jasa alat teknologi menawarkan sebanyak-banyaknya 1,83 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham. Jumlah itu setara dengan 80% modal yang disetor setelah aksi korporasi selesai. Perseroan membuka peluang bagi investor untuk ikut serta pada penawaran umum untuk penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu I (PMHMETD I) ini.
Baca Juga: Pariwisata Pulih, Emiten Jasa Alat Teknologi Ini Peroleh Kontrak Rp100 Miliar
YELO mengincar dana segar sebesar Rp183,2 miliar dari aksi tersebut. Perseroan memiliki calon pembeli yaitu PT Artalindo Semesta Nusantara (ASN). Pasalnya PT Agung Inovasi Teknologi Indonesia (AITI) dan PT Prima Jaringan Distribusi (PJD) selaku pemegang saham utama perseroan tidak akan melaksanakan HMETD dan mengalihkan haknya kepada ASN. Demikian dikutip dari Harian Neraca, Rabu (3/11/2021).
ASN berencana membeli hak dari kedua perseroan masing-masing sebesar 639,4 miliar dan dan 55,6 juta saham. Sebagai informasi, bila saham yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini tidak seluruhnya diambil, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya.
Baca Juga: 5 Destinasi Super Prioritas Baru, Sandiaga: Jadi Penopang Ekonomi Kita
Jika setelah alokasi tersebut masih tersisa jumlah saham baru yang tidak dilaksanakan atau diambil bagian oleh pemegang HMETD, maka Roby Tan (RT) sebagai pembeli siaga akan membeli maksimal 280 juta saham yang tidak dilaksanakan pada harga pelaksanaan sebesar Rp100.
Selain itu, sisa saham yang tidak dibeli oleh pembeli siaga tidak akan diterbitkan. YELO berencana menggunakan dana hasil aksi korporasi untuk melakukan akusisi 69,85% saham PT Abdi Harapan Unggul milik ASN. Perseroan memperkirakan bakal menghabiskan dana hingga Rp69,5 miliar. Lalu, perseroan juga akan mengeluarkan dana Rp28 miliar untuk mengakuisisi 28,14 persen saham AHU milik RT.
Adapun sisa dana hasil penawaran umum akan digunakan untuk modal kerja seperti pembelian persediaan paket data untuk menunjang bisnis konektivitas. Berdasarkan prospektus, tanggal pencatatan efek di BEI pada 12 November 2021. Sementara perdagangan HMETD akan berlangsung selama 12-18 November 2021.
(Feby Novalius)