Lalu operasional pesawat yang digunakan bagi kepentingan pribadi dan manajemen, hingga laporan keuangan fiktif di tahun 2018, ikut menyebabkan keuangan perusahaan berdara-darah.
"Kita mengetahui ada kasus korupsi yang sudah diputuskan KPK, dimana itu nilai market pesawat, dan sebagainya, itu menjadi hal utama, di masa lalu, dan ini juga menyebabkan kontrak-kontrak dengan lessor Garuda ini cukup tinggi dibandingkan dengan airlines yang lainya," katanya.
(Taufik Fajar)