Selain sebagai pembentuk budaya, lanjut Menperin, desain itu sendiri secara inheren membawa nilai yang ingin dikenalkan atau dipromosikan. “Setiap kali kita membeli suatu produk, pada dasarnya kita memberikan dukungan terhadap kelestarian nilai yang dikandung oleh produk itu sendiri,” ujarnya.
Karena itu, para desainer yang menciptakan merek dan produk pada dasarnya bertanggung jawab atas pesan dan visual yang dilihat sehari-hari di sekitar masyarakat. Tanggung jawab itu adalah keseimbangan antara apa yang dicari oleh konsumen dan nilai apa yang mereka yakini dan suguhkan di masa depan.
Bangsa Indonesia, dengan ragam entitas budaya yang dimiliki, sangat kaya akan nilai. “Sebagai bagian dari identitas bangsa, nilai-nilai tersebut sepatutnya kita lestarikan dan bahkan kita promosikan agar dapat menembus ke tingkat dunia hingga menjadi budaya global,” tutur Agus.
Untuk itu, keragaman budaya di tanah air harus dapat dimaknai dan dilihat sebagai sumber inspirasi untuk menghasilkan karya-karya para desainer. “Jika kita mampu melihat ragam kebudayaan sebagai sumber inspirasi, maka kita akan memiliki segudang ide-ide baru yang dapat dituangkan ke dalam berbagai bentuk karya,” terangnya.
(Feby Novalius)