JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami koreksi pada perdagangan pekan depan, setelah sebelumnya menguat lima hari beruntun pekan ini.
"Penguatan IHSG kemarin (sesi akhir pekan) ini terjadi di menit-menit terakhir, nah ini bisa dijadikan indikasi ada potensi koreksi di waktu selanjutnya," kaat Technical Analyst PT Kanaka Hita Solvera William Wibowo kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (12/12/2021).
Baca Juga: 4 Fakta IHSG Sepekan Menguat 1,75%, Kapitalisasi Bursa Meroket
Secara teknikal, William mencermati penurunan IHSG bisa menyentuh area 6.550, dan bisa lebih melemah. "Pekan depan ada peluang koreksi ke 6.550. Kalau penurunannya agresif, bisa saja ke 6.490 sampai 6.485," katanya.
Menurut William, meskipun dalam sepekan IHSG berada di zona hijau, namun penguatan yang terjadi masih tertahan. Hal ini dinilai bakal mengundang aksi jual investor untuk mengamankan aset ekuitasnya.
"Mengingat pergerakan IHSG seminggu terakhir ini tertahan dan juga tidak begitu signifikan hariannya. Menurut saya, IHSG ada peluang untuk meninggalkan level 6.600, dan waspadai koreksi lanjutan," katanya.
Berbicara ihwal sentimen penggerak IHSG, William memandang aksi window dressing masih relatif tertahan akibat dampak varian Omicron.
Pasar masih terus memperhatikan langkah pemerintah dalam mengatasi penyebaran varian baru ini terutama menjelang liburan akhir tahun.
Selain itu, percepatan agenda tapering off dari Federal Reserve dinilai turut menjadi perhatian investor.
"Tentunya untuk bursa Amerika Serikat tetap menjadi perhatian bagi investor domestik kita. Apabila nanti tapering di AS dipercepat, maka tentu bisa punya pengaruh bagi bursa kita," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)