JAKARTA - Pasar saham Wall Street kompak menurun. S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun lebih dari 1% pada perdagangan Selasa (14/12/2021) waktu setempat.
Anjloknya Wall Street disebabkan setelah data menunjukkan harga produsen meningkat lebih dari yang diharapkan pada November, seiring menjelang keputusan potensial untuk pengurangan lebih cepat dari Federal Reserve AS minggu ini.
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 119,65 poin, atau 0,34%, pada 35.531,30, S&P 500 turun 51,36 poin, atau 1,10%, pada 4.617,61, dan Nasdaq Composite turun 274,27 poin, atau 1,78%, menjadi 15.139,01.
Sembilan dari 11 indeks sektor utama S&P 500 turun, dengan keuangan naik 0,5%, karena investor memperkirakan nada hawkish dari The Fed pada akhir pertemuan dua hari pada Rabu.
Baca Juga: Wall Street Melesat, Indeks S&P Cetak Rekor
Saham Beyond Meat Inc menguat 6,7% setelah Piper Sandler meningkatkan stok pembuat daging nabati menjadi "netral" dari "kurang berat".
Isu yang menurun melebihi jumlah yang maju untuk rasio 1,77 banding 1 di NYSE dan rasio 2,03 banding 1 di Nasdaq.
Indeks S&P mencatat posisi 12 tertinggi baru 52-minggu dan dua terendah baru, sedangkan Nasdaq mencatat 16 tertinggi baru dan 266 terendah baru.
Baca Juga: Wall Street Melemah Jelang Pertemuan The Fed
Varian coronavirus Omicron yang menyebar cepat juga meredam sentimen investor setelah indeks S&P 500 mencapai penutupan tertinggi sepanjang masa akhir pekan lalu.