Saham BlackBerry Terjun Bebas Usai 'Disuntik Mati'

Tim Okezone, Jurnalis
Rabu 05 Januari 2022 11:52 WIB
Saham BlackBerry Terjun Bebas (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Saham BlackBerry Ltd tumbang setelah produsen ponsel sejuta umat ini mengumumkan mulai 4 Januari sistem operasi OS mereka tidak bisa lagi digunakan secara optimal, alias disuntik mati!

Usai 4 Januari versi lawas mereka, BlackBerry 10, BlackBerry 7.1 dan sistem operasi versi sebelumnya tidak lagi tersedia.

Hal ini menjadi sentimen negatif pada pergerakan harga saham BlackBerry di New York Stock Exchange (NYSE).

Baca Juga: Hari Ini Blackberry Lawas Resmi Berhenti Beroperasi, Bye Hp Sejuta Umat!

Menurut pantauan, Jakarta, Rabu (5/1/2022), harga saham BlackBerry turun 0,43% ke level USD9,33 pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat.

Sebelumnya, harga saham BlackBerry dibuka di level USD9,33, dengan level tertinggi USD9,49 dan level terendah USD9,12.

Saham BlackBerry memang mengalami tren penurunan. Jika ditarik selama enam bulan terakhir saham BlackBerry turun 22,7%.

Sementara itu, saat ini market cap BlackBerry mencapai USD5,34 miliar.

 

Sebelumnya, BlackBerry mengumumkan mulai 4 Januari sistem operasi OS mereka tidak bisa lagi digunakan secara optimal, alias disuntik mati! Usai 4 Januari versi lawas mereka, BlackBerry 10, BlackBerry 7.1 dan sistem operasi versi sebelumnya tidak lagi tersedia.

"Mulai tanggal ini, perangkat yang menggunakan layanan dan perangkat lunak tersebut, apakah melalui penyedia layanan atau koneksi WiFi, tidak lagi benar-benar berfungsi," kata BlackBerry pada laman tanya-jawab mereka yang dikutip Okezone dari Antara.

Fungsi-fungsi utama seperti data internet, panggilan telepon, SMS dan memanggil nomor darurat 911 sudah tidak berfungsi lagi. BlackBerry juga menghentikan dukungan untuk sistem operasi yang digunakan pada tablet mereka, BlackBerry PlayBook OS 2.1 dan versi terdahulu.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya