JAKARTA - Harga minyak goreng Rp14.000 per liter di ritel modern ludes terjual. Tak jarang kini minyak goreng yang disubsidi pemerintah tersebut kosong di beberapa ritel. Apakah terjadi panic buying?
Padahal, pembelian minyak goreng Rp14.000 per liter dibatasi dan pemerintah meminta masyarakat tidak panic buying. Minyak goreng subsidi ini akan disiapkan Pemerintah sebanyak 250 juta liter per bulan selama jangka waktu 6 bulan.
Beragam trik dilakukan, salah satunya dengan mengajak anggota keluarga untuk membantu membeli supaya mendapatkan minyak lebih dari yang ditentukan.
Salah satu pegawai ritel modern di bilangan Bekasi, Febri (26) mengaku, fenomena panic buying sudah terjadi sejak hari pertama program minyak goreng satu harga diberlakukan.
Baca Juga: Harga Minyak Goreng Rp14.000, Mendag: Jangan Panic Buying
Menurutnya, minyak goreng satu harga merek Bimoli sudah ludes terjual tak lebih dari satu jam sejak dibukanya ritel pada pukul 07.00 WIB.
"Sejak hari pertama pembeli pada panic buying. Banyak yang bawa keluarga. Hari ini saja yang merek Bimoli habis nggak sampai satu jam pas ritel dibuka," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia saat ditemui di lokasi.