JAKARTA – Ibu Kota Negara segera pindah dari DKI Jakarta ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim). Pemerintah pun menetapkan nama Ibu Kota Negara (IKN) baru, Nusantara.
Berikut fakta-fakta Ibu Kota Baru dan daftar infrastruktur yang segera dibangun yang dirangkum di Jakarta, Minggu (6/2/2022).
1. Pembangunan Infrastuktur Terbagi Jadi 3 Bagian
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selesai mendesain tata kota pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara untuk tahap I. Proyek ini ditargetkan rampung 2024.
Kasatgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Kementeraian PUPR, Imam Santoso Ernawi mengatakan, pembangunan infrastuktur di dalam kawasan 6.671 hektare akan terbagi menjadi 3 bagian pembangunan.
Bagian pertama akan menjadi prioritas untuk yang pertama akan dilakukan pembangunan. Di wilayah tersebut juga akan terbagi menjadi 2 bagian, 1A dan 1B.
"Untuk di 1A relatif sudah bersih lahannya, karena itu hutan produksi semua, sehingga kita bisa mendesain lebih cepat di sana," ujarnya dalam diskusi virtual.
2. Proyek Infrastruktur yang Pertama Dibangun
Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur segera dibangun. Infrastruktur dasar pun menjadi prioritas pembangunan IKN.
"Kalau perencanaan itu apapun untuk memulai suatu pembangunan infrastruktur, apalagi terkait pembangunan Ibu Kota Negara, maka pasti yang menjadi prioritas adalah infrastruktur dasar," ujar Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Negara Danis H Sumadilaga, dikutip dari Antara, di Jakarta.
Menurut Danis, infrastruktur sumber daya air menjadi infrastruktur dasar yang disiapkan untuk pembangunan IKN. Sumber daya air di IKN tentu saja memprioritaskan dua hal yakni bagaimana menyiapkan pengendalian potensi banjir melalui pembangunan drainase kawasan.
Sedangkan prioritas keduanya memastikan bagaimana sumber air baku untuk IKN bisa terpenuhi secara bertahap.
3. Alasan Bangun Ibu Kota Baru Saat Pandemi
Pemindahan Ibu Kota tetap dilakukan meski pandemi Covid-19 belum berakhir. Plt. Direktur Regional II Bappenas Mohammad Roudo mengatakan pemindahan ibu kota merupakan salah satu bentuk penanganan pandemi.
"Pertanyaannya memang kenapa harus saat ini disaat pandemi covid, pertama pemindahaan ibu kota ini salah satu bagian dari upaya kita mengatasi pandemi," ujarnya dalam diskusi virtual.
Menurutnya dengan dipindahkan ibu kota menjadi strategi untuk mengatasi dampak pandemi terutama di sektor ekonomi yang saat cukup berdampak dalam untuk masyarakat.
"Dengan melakukan transformasi ekonomi, rencananya juga akan dibuat 6 cluster industri, dan 2 cluster pendukung, harapannya ketika itu bisa bergerak bisa memberikan multiplier effect,” sambungnya.
4. Presiden Jokowi Bakal Camping di Titik Nol IKN
Ada kabar bahwa Presiden Jokowi bakal camping di titik nol ibu kota baru (IKN). Kabar tersebut diungkap Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor yang mengatakan kalau rencana camping Jokowi merupakan bukti serius pemindahan ibu kota.
"Pak Presiden akan bermalam, berkemah di titik nol (IKN). Waktunya masih diatur. Tapi tidak lama lagi,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang dikutip Okezone.com.
Isran menyebut kalau Jokowi mengemukakan ide camping itu dalam rapat singkat di VIP Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan usai pengukuhan PBNU di Balikpapan Sport Center and Convention Dome Balikpapan.
5. 2.500 Hunian Akan Dibangun
Diperkirakan ada 2.500 unit hunian yang bakal dibangun pada tahap awal pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Febry Calvin Tetelepta menjelaskan terkait kabar itu.
"Jumlah itu masih belum final, karena belum ada keputusan secara resmi. KSP akan mendorong agar segera ada ketetapan. Karena ini nanti menyangkut pembagian berapa yang berkantor di sharing office dan berapa yang tersebar," kata Febry dalam keterangan tertulisnya, Jakarta.
(Dani Jumadil Akhir)