JAKARTA - Pakar menilai banyak jembatan di AS dalam kondisi buruk. Pada 28 Januari 2022, sebuah jembatan di kota Pittsburgh ambruk, mencederai 10 orang dan menyebabkan tujuh kendaraan terlempar ke sebuah lembah.
Kondisi jembatan di AS dari hari ke hari semakin parah, dan UU Infrastruktur USD1,2 triliun yang baru-baru ini berhasil diloloskan oleh pemerintahan Biden dinilai masih tidak mencukupi. Ambruknya jembatan di Pittsburgh ini terjadi setelah dilakukan inspeksi terhadap jembatan itu, terakhir kali pada September 2021. Hasilnya, jembatan itu dinilai berada dalam kondisi buruk.
Seorang ahli struktur dan mantan presiden American Society for Civil Engineers (ASCE) Andrew Herrmann berpendapat bahwa pada saat ini masih terlalu dini untuk menentukan penyebab ambruknya jembatan itu.
"Jembatan ini telah diperiksa dan dimasukkan peringkat empat atau kurang yang merupakan kondisi buruk atau yang dulu disebut kategori yang tidak sempurna dari segi struktural. Kalau tidak salah superstruktur mendapat peringkat empat, dan superstruktur itu adalah konstruksi yang berfungsi untuk menyalurkan beban dari landasan jembatan ke pilar dan abutmen-nya," katanya dilansir dari VOA, Senin (14/2/2022).
Menurut Herrmann, masyarakat harus menunggu hasil penyelidikan oleh entitas yang kompeten, yakni the National Transportation Safety Board atau NTSB. Badan ini akan membentuk dan mengerahkan sebuah tim yang multidisipliner termasuk insinyur sipil yang ahli struktur, ahli bahan bangunan, serta pakar lain. Di dalam badan ini terkumpul pengalaman gabungan lebih dari 150 tahun.
Sementara itu, Profesor dan pengajar senior di Fakutas Teknik Sipil Universitas Gajah Mada Ir. Ashar Saputra PhD mempertanyakan mengapa fakta bahwa jembatan itu dalam peringkat buruk, tidak segera ditindaklanjuti? Apalagi mengingat ini adalah penilaian cepat dan visual.
"Mestinya di dalam bridge management system yang bagus, pada kondisi yang poor (buruk) itu tadi, dilanjutkan dengan investigation (penyelidikan) yang lebih mendetil untuk memastikan apakah statusnya masih memenuhi standar safety atau tidak. Sebenarnya dari SOP (Standard Operating Procedure) yang ada di United States sendiri setelah ada kondisi poor muncul dari Departement of Transportation itu mestinya dilanjutkan dengan detailed investigation (penyelidikan terperinci) untuk memastikan apakah jembatan ini harus closed (ditutup) atau tidak. Kelihatannya ini yang belum sempat dilakukan," tukas Ashar.