JAKARTA - Bos Bajaj meninggal dunia. Ketua emeritus Grup Bajaj dan anggota tertua dari klan Bajaj Rahul Bajaj meninggal pada 12 Februari 2022 di usia ke-83 tahun, di kota Pune.
Dia meninggal setelag mengalami sakit selama beberapa waktu. Rahul merupakan pembawa obor warisan keluarga yang memperjuangkan penciptaan India baru.
Berikut adalah fakta kisah sukses Rahul Bajaj yang dirangkum Okezone, Senin (21/2/2022).
1. Kisah pendirian Grup Bajaj
Rahul dalah cucu dari pendiri grup Bajaj, Jamnalal Bajaj. Dia mendirikan grup Bajaj tersebut pada tahun 1926.
Jamnalal menemukan seorang mentor di Mahatma Gandhi, bergabung dengan gerakan kebebasan dan menjalankan bisnisnya pada nilai-nilai Gandhi dengan fokus pada kualitas.
Putra tertua Jamnalal, Kamalnayan, mengambil alih pada tahun 1942 dan berkembang menjadi manufaktur, terutama skuter.
Adik Kamalnayan, Ramkrishna, mengambil alih kepemimpinan pada tahun 1972 hingga kematiannya pada tahun 1994, ketika tongkat estafet diserahkan kepada Rahul.
2. Sukses Dipimpin Rahul
Di bawah Rahul Bajaj, grup ini tumbuh menjadi konglomerat dengan 40 perusahaan di sektor-sektor seperti kendaraan roda dua, jasa keuangan, dan peralatan listrik.
3. Kekayaan Rahul Bajaj
Dia bergabung dengan peringkat miliarder untuk pertama kalinya pada tahun 2007 dengan kekayaan bersih USD1,1 miliar atau setara Rp15,7 triliun (kurs Rp14.300 per USD).
Pada saat kematiannya, kekayaan Bajaj bernilai sekitar USD8,2 miliar atau setara Rp117,2 triliun. Dengan kekayaannya tersebut, dia berada di peringkat ke-302 di dunia, menurut peringkat miliarder real-time Forbes.