4 Fakta Menarik Tempe Tahu yang Tak Lagi Langka, Pembeli Awas Terkejut!

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis
Minggu 27 Februari 2022 06:00 WIB
Fakta tempe tahu yang tak lagi langka. (Shutterstock)
Share :

JAKARTA – Paguyuban perajin tempe tahu memastikan, tahu tempe akan tersedia di pasar tradisional pada Kamis (24/2/2022).

Hal ini karena para perajin sudah mulai memproduksi.

"Mulai dari kemarin sudah mulai produksi untuk dijual hari Kamis. Bisa dipastikan besok tahu tempe ada di pasar, besok," ujar Ketua Umum Perajin Tahu Tempe yang tergabung dalam Payuban Dadi Rukun, Rasjani kepada media, Rabu (23/2/2022).

 BACA JUGA:Usai Mogok Produksi, Pedagang Tahu Tempe Naikkan Harga dan Perkecil Ukuran

Berikut fakta menarik tempe tahu tak lagi langka yang dirangkum di Jakarta, Minggu (27/2/2022):

1. Harga Naik

Ketua Umum Perajin Tahu Tempe yang tergabung dalam Payuban Dadi Rukun Rasjani mengatakan, harga tahu tempe yang dijual perajin akan naik mengingat harga kedelai tak kunjung turun meski sudah mogok selama tiga hari.

"Ini sudah kesepakatan bersama karena pemerintah butuh waktu yang lama untuk mewujudkan permintaan kami-kami ini. Jadi biar tetap bisa berproduksi, bisa cari uang lagi, harga tempe tahu dari perajin ke pedagang dinaikan," katanya.

2. Kenaikan Harga Berlaku untuk Tempe dan Tahu

Rasjani menyebut, kenaikan harga ini berlaku untuk tempe maupun tahu.

Harga tahu sendiri, akan dijual seharga Rp7.000 atau naik Rp 1.000 dari harga sebelumnya.

Sementara tahu isi isi 5-6 buah akan dijajal Rp6.000, dari yang semula hanya Rp5.000.

"Jadi besok harga tahu tempe naik Rp 1.000 semua," imbuhnya.

3. Ukuran Tetap Sama

Meski harganya dinaikan, Rasjani bilang, ukuran tahu tempe tidak mengalami perubahan, alias tidak dikecilkan.

"Kalau untuk ukuran tidak kami ubah. Nggak kami tipiskan lah. Cuma harganya aja yang naik. Ini sudah kesepakatan bersama," tandasnya.

4. Pemerintah Diminta Lebih Konsisten

Imbas harga kedelai naik membuat produsen tahu dan tempe mogok produksi dari 21 - 23 Februari 2022.

Hal ini pun akhirnya membuat Pakar Agribisnis IPB Feryanto mengatakan, kalau kejadian ini sebenarnya tak perlu terjadi jika pemerintah bisa lebih konsisten.

Menurutnya, harus ada penguatan ke pasar agar rantai distribusi kedelai bisa langsung dimanfaatkan oleh perajin tahu tempe. Hal itu supaya kedelai yang sampai ke perajin tahu tempe tidak melewati jalur distribusi yang panjang.

“Ini menjadi bentuk insentif harga yang diperoleh petani. Saat ini ketika kedelai impor harganya tinggi, lebih tinggi dari kedelai lokal, tentu jadi momentum untuk memperbaiki manajemen pangan nasional,” katanya dalam keterangan yang diterima.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya