Haryanto menjelaskan, terdapat 3 konsentrasi utama PLN dalam menyiapkan pasokan listrik untuk pelaksanaan KTT G20 saat ini, antara lain, pemasangan photovoltaic pada 35 atap gedung milik PLN dan 1 gedung milik PT Indonesia Power. Ditargetkan pembangunannya bakal rampung pada Juli 2022.
“Kami saat ini sedang menyiapkan atap pada gedung-gedung milik PLN terpasang photovoltaic yakni teknologi yang mampu mengkonversi radiasi matahari atau energi cahaya menjadi energi listrik, sehingga mampu meningkatkan penggunaan EBT yang mendukung transisi energi sebagai isu utama yang diusung dalam KTT G20,” ungkap Haryanto.
Berikutnya adalah pembangunan PLTS Hybrid di Nusa Penida, peletakan batu pertama (ground breaking) proyek ini telah dilakukan pada Jumat (18/02/2022) lalu, akan mampu menyumbang pasokan listrik dengan kapasitas sebesar 3,5 MW.
“Penambahan pembangkit ini menjadi langkah antisipatif dalam menghadapi lonjakan kebutuhan listrik yang diperkirakan naik sebesar 20% jelang KTT G20,” katanya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)