Dia menyebut, keduanya merupakan sumber utama beberapa barang impor. Ukraina memasok sekitar kurang lebih 24% dari total impor gandum Indonesia pada tahun 2020. Sedangkan, pupuk impor asal Rusia menyumbang sekitar 15% dari total pupuk impor Indonesia.
Mereka banyak membeli produk minyak nabati (kelapa sawit) Indonesia. Walaupun begitu, jumlah transaksinya hanya sekitar 0,5% dari total ekspor sawit Indonesia pada tahun 2020.
BACA JUGA:Masalah Minyak Goreng Bikin 6 Pabrik Harus Tutup, Simak 5 Fakta Menariknya
Menurutnya, untuk jumlah impor gandum dari Ukraina tidak terlalu besar.
Indonesia tetap perlu mencari sumber pemasok gandum lain untuk menghindari dampak kelangkaan kalau perang terus berlangsung.
"Hal ini dibutuhkan untuk menghindari kelangkaan dan kenaikan harga pada bahan pangan yang bersumber dari gandum," imbuhnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)