2. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan BI tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,5%.
"BI diperkirakan akan mempertahankan BI7DRR tetap di level 3,5% pada RDG bulan Maret 2022," kata Josua.
Josua mengatakan, hal ini mempertimbangkan tingkat inflasi yang masih terkendali serta nilai tukar rupiah yang cenderung stabil di tengah meningkatnya risk off sentimen yang didorong oleh faktor geopolitik Rusia-Ukraina dan normalisasi kebijakan moneter Fed pada FOMC bulan ini. Suku bunga acuan BI saat ini tetap konsisten dalam menjangkar ekspektasi inflasi dan mendorong kestabilan nilai tukar rupiah dalam rangka mendukung momentum pemulihan ekonomi domestik.
3. Pengamat ekonomi dan pasar modal Yanuar Rizky memperkirakan BI menaikkan suku bunga.
"Saya pikir harusnya sih BI itu ahead the curve, di depan kurva kan inflasi akan naik dan rupiah juga akan melemah, rasionalnya ya naikin bunga. Tapi, BI bisa juga nahan bunga karena populis dan tekanan pemerintah," katanya.