JAKARTA - Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan. Hal ini disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo berdasarkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang dilakukan pada 16-17 Maret 2022.
"Memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 3,5%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%," ungkap Perry dalam konferensi pers.
Okezone merangkum Bank Indonesia menahan suku bunga acuan, Sabtu (19/3/2022):
1. Jaga Stabilitas
Dia melanjutkan, keputusan ini sejalan dengan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan terkendalinya inflasi serta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal yang meningkat, terutama terkait ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina.
2. BI Optimalkan Startegi
BI pun terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut melalui sejumlah langkah.
"Pertama, memperkuat kebijakan nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan mekanisme pasar dan fundamental ekonomi," ujarnya.
3. Lanjutkan Kebijakan Transparansi
Kedua, melanjutkan kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan pendalaman pada perkembangan komponen SBDK secara granular dan faktor yang mempengaruhinya.
4. Kecukupan Uang di Lebaran
Ketiga, memastikan kecukupan uang, distribusi uang dan layanan kas dalam menyambut ramadhan dan hari raya Idul Fitri 2022.
"Keempat, mendorong kesiapan penyedia jasa pembayaran dalam rangka implementasi SNAP guna dukung interlink antara perbankan dan fintech," bebernya.