Sempat Langka Kini Minyak Goreng Curah Disubsidi, Pemerintah Abai Kesehatan Masyarakat?

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Rabu 23 Maret 2022 15:49 WIB
Ilustrasi minyak goreng curah. (Foto: MPI)
Share :

Misalnya, salah satu pedagangan gorengan yang ditemui MNC Portal Indonesia di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Edi (60) yang sudah sejak lama berjualan gorengan keliling.

Edi mengaku sejak harga minyak goreng naik keuntungannya tergerus karena harus mengeluarkan modal yang lebih untuk minyak goreng.

"Sekarang membeli minyak Rp49.000, sudah dua hari (menaikan harga gorengan), sebelumnya Rp1.000 satu, sekarang Rp5.000 dapay 4," ujar Edi.

Edi mengatakan, dalam satu hari bisa menggunakan 3 botol minyak goreng ukuran 2 liter atau setara 6 liter satu harinya.

 BACA JUGA:Tak Hanya di Indonesia, Minyak Goreng Juga Langka di Jerman! Warga Teriak

Jika harga minyak goreng yang dibeli Edi dengan harga Rp49.000, maka dalam sehari ada modal yang dikeluarkan sebanyak Rp147.000 untuk membeli minyak goreng saja.

Oleh sebab itu Edi mengaku jika terdapat minyak yang tidak habis digunakan pada hari untuk berjualan, maka tidak dibuang karena bisa digunakan kembali untuk perdagangan esok hari.

Alasannya agar dapat menekan modal yang dikeluarkan untuk membeli minyak.

Selain itu, upaya menekan penggunaan minyak goreng, saat ini Edi mengurangi satu item barang dagangannya, yaitu singkong goreng.

Sebab menurutnya singkong goreng paling banyak menyerap minyak.

"Makanya saya sekarang singkong tidak jual, karena boros minyak, terus kalau keras juga kan tidak laku," katanya.

Disisi lain tidak sekedar harga minyak goreng yang meningkat, dampak konflik Ukraina-Rusia juga tengah membuat harga tepung terigu yang menjadi bahan baku gorengan mengalami peningkatan harga.

International Grains Council (IGC) Market Indicator mencatat harga gandum di pasar dunia sudah mencapai US$335 per ton pada Maret 2022.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya