Jika produk yang digoreng adalah produk nabati muncul akrilamida yang berbahaya untuk kesehatan.
Sedangkan produk yang digoreng oleh hewani, maka akan muncul polisklik aromatic hidrokarbonnya dan senyawa amines.
Dia menambahkan, jika di konsumsi rutin dalam berbagai jenis makanan lambat laun berisiko karisnogenik, atau senyawa yang bisa menyebabkan kanker dalam tubuh manusia.
"Itu risiko kanker di depan mata, risiko penyakit stroke, hipertensi, diabetes didepan mata, terus kalau masyarakat sakit yang rugi siapa," pungkasnya.
Kebijakan pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi terhadap minyak goreng curah ini akhirnya menuai pro kontra karena dianggap faktor kesehatan masyarakat kecil.
(Zuhirna Wulan Dilla)