Perlu diketahui, EBITDA Perseroan (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) juga mengalami kenaikan sebesar 42,3% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, yaitu dari menjadi Rp454,5 miliar pada tahun 2021. Hingga akhir tahun 2021, kas bersih Bluebird tercatat sebesar Rp945 miliar, meningkat 18,4% dibandingkan akhir tahun 2020, yang tercatat di angka Rp799 miliar.
Pencapaian kinerja tahun 2021 tersebut menunjukkan bahwa Bluebird telah melakukan strategi penyesuaian yang tepat dalam melaksanakan pengelolaan pengeluarannya, sehingga Bluebird mampu menciptakan sistem operasi yang lebih efisien sejalan dengan dinamika yang terjadi tanpa mengorbankan kualitas layanan kepada penumpang.
Tahun 2021 bukan tahun yang mudah bagi Bluebird. Performa bisnis perusahaan kembali diuji untuk mencapai level terbaiknya sejalan dengan dinamika pembatasan mobilitas yang ditetapkan oleh pemerintah guna menekan laju penyebaran Covid-19 pada kuartal pertama dan ketiga tahun 2021.
Selama tahun 2021, Bluebird melakukan berbagai inisiatif di bidang inovasi dan pengembangan berbagai produk dan layanan, memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra industri, memastikan penerapan prosedur dan protokol kesehatan yang ketat dan konsisten yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para penumpang, hingga terjadinya peningkatan pemulihan mobilitas masyarakat.
Dengan demikian, pada kuartal ke-4 Bluebird berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan secara signifikan sebesar 91%, dan peningkatan laba bersih sebesar 290% dibandingkan kuartal sebelumnya. Bluebird berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp771 miliar dan laba bersih sebesar Rp75 miliar, dibandingkan dengan pendapatan bersih pada kuartal ke-3.
Di tengah pandemi global yang melanda sektor transportasi, Blue Bird tidak hanya mampu bertahan, namun sekaligus terbukti mampu melakukan turn-around, di mana hanya dalam periode satu tahun dari mengalami kerugian besar di tahun 2020 lalu berhasil mencetak keuntungan di tahun 2021.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)