JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono menyoroti dari kinerja Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat). Menteri Basuki menegaskan bahwa pembangunan Pamsimas harus dilakukan di wilayah yang kekurangan air.
Selama ini, pemeriksaan kinerja BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) menjadi acuan Kementerian PUPR dalam mengawasi dan memberikan arahan kepada unit organisasi di lingkungan Kementerianya. Misalnya dalam membangun infrastruktur harus memiliki kebermanfaatan untuk masyarakat luas. Mengingat nilai anggaran yang dikeluarkan oleh negara juga besar.
Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan akuntabilitas belanja anggaran guna menghasilkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan hasil-hasil pembangunan.
"Misalnya kinerja Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat). Saya selalu minta kepada Ditjen Cipta Karya, proyek air minum itu jangan di tempat yang banyak airnya," kata Menteri Basuki pada keterangan tertulisnya, Kamis (31/3/2022).