JAKARTA – PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) bakal menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Pada aksi korporasi tersebut, perusahaan makanan dan minuman ini menargetkan bisa meraih dana segar sampai Rp160,73 miliar.
Disebutkan, perseroan siap menawarkan sebanyak-banyaknya 1.607.360.000 saham baru dengan nilai nominal Rp25 per saham atau sebanyak-banyaknya 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Selama masa penawaran awal, harga saham perdana IBOS ditawarkan pada kisaran Rp65 - Rp100 per saham.
Jumlah seluruh nilai penawaran umum sebanyak-banyaknya adalah Rp160.736.000.000. Secara bersamaan, IBOS juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 803.680.000 Waran Seri I yang menyertai saham baru perseroan atau sebanyak-banyaknya 12,50% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO.
Adapun, jadwal masa penawaran awal (bookbuilding) dilakukan pada 31 Maret – 6 April 2022. Selanjutnya, perkiraan tanggal efektif jatuh pada 114 April 2022. Selanjutnya, masa penawaran umum perdana saham akan dilakukan pada 19 – 21 April 2022. Kemudian, tanggal penjatahan akan jatuh pada 21 April 2022, dan tanggal distribusi pada 22 April 2022. Selanjutnya, IBOS akan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 25 April 2022.
Asal tahu saja, PT Indo Boga Sukses merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang restoran, bar, jasa boga untuk acara tertentu (event catering), kafe, dan perusahaan holding. Perseroan dikenal sebagai pengelola D'Monaco Restaurant, Sofia Residence, Mr. Pawon, Insom Lounge, Legal Resto, dan produk ikan bandeng frozen dengan merek My Prioritas. Indo Boga juga melaksanakan kegiatan usaha pendukung, yaitu perdagangan besar minuman beralkohol.
Namun, kegiatan usaha utama perseroan yang telah dijalankan saat ini adalah kegiatan usaha di bidang restoran dan aktivitas perusahaan holding. Dalam rangka IPO, perseroan menunjuk Surya Fajar Sekuritas dan NH Korindo Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi efek. Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat 23 perusahaan antre untuk melantai di pasar.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan, sebanyak 7 perusahaan telah mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp2,1 triliun. Nyoman menyebutkan klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline saham merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017 adalah empat perusahaan aset skala kecil (aset d ibawah Rp50 miliar), 10 perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp50-250 miliar).
“Serta sembilan perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp250 miliar),” papar Nyoman.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)